SEMMI Cabang Aceh Tamiang Minta Menag Yaqut C Qoumas Jangan Mengusik Kerukunan Dan Toleransi Beragama

LIPUTAN FAKTUAL

- Redaksi

Minggu, 10 Maret 2024 - 17:34 WIB

6024 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tamiang | SEMMI Cabang Aceh Tamiang meminta Menteri Agama Yaqut C. Qoumas tidak mengusik kerukunan dan toleransi beragama yang telah lama terbangun di masyarakat dengan larangan pengeras suara luar di masjid serta mushola saat shalat tarawih maupun tadarus Alquran selama bulan ramadan.

Hal ini disampaikan ketua umum SEMMI Cabang Aceh Tamiang , menyikapi Surat Edaran (SE) Menteri Agama Nomor 1 tahun 2024 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1445 H/2024 M.

Untuk diketahui, poin ketiga dari SE Menag tersebut turut menyebutkan bahwa dalam mengisi dan meningkatkan syiar islam, umat islam tetap berpedoman pada Surat Edaran Agama Nomor 05 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Mushola.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Surat Edaran Menag ini yang melarang pengeras suara luar mesjid saat ramadhan sangat mengganggu suasana hati umat islam jelang ramadhan”, ujar Muhammad Irfan Zikri.

Muhammad Irfan Zikri menambahkan, toleransi antar umat beragama telah terbangun kuat dan tadarus Al Quran dan shalat tarawih adalah tradisi ramadan yang telah ada sejak lama di Nusantara, bahkan sebelum Menag Yaqut lahir. Jauh sebelumnya tidak menjadi masalah hingga kemudian hal ini dipermasalahkan oleh Menag.

“Jangan karena hanya ingin tunjukkan prestasi dan kinerja malah secara sengaja merusak tatanan kerukunan dan toleransi umat beragama yang telah terbangun kuat sejak lampau, bahkan sebelum Menag Yaqut ini lahir”, pungkasnya Muhammad Irfan Zikri.

Muhammad Irfan Zikri juga menyebut bahwa toleransi bukanlah masalah ditingkat bawah yang telah lama hidup dalam tatanan kehidupan beragama yang penuh kerukunan serta toleran. Justru masalah di tingkat atas yang mempermasalahkan hal yang bukan masalah ditengah masyarakat.

Muhammad Irfan Zikri,juga mencontohkan Aceh yang mayoritas muslim dan menerapkan hukum syariah islam tapi saling menghormati minoritas. Bahkan, non muslim ikut saling mendukung saudara muslimnya dalam menyambut ramadan. Kondisi relasi yang sama juga diyakini terjadi di daerah lain di nusantara, di mana muslim sebagai kaum minoritas.

“Jadi sejatinya tidak ada masalah di tingkat bawah, justru masalah di tingkat atas yang mempermasalahkan sesuatu yang tidak jadi masalah di tingkat masyarakat, seperti kebijakan Menag ini yang kemudian hanya mengusik dan merusak tatanan kerukunan dan toleransi beragama yang telah hidup sejak lama ditengah masyarakat”, tutup Muhammad Irfan Zikri.

(R/RED)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Status Kredit Macet Ubi Kayu BAS Naik Kelas di Polda Aceh

Berita Terkait

Senin, 22 Juli 2024 - 20:45 WIB

Patroli Mobile Polsek Labuhan Ruku, Antisipasi Kejahatan Dijalan dan Curanmor

Senin, 22 Juli 2024 - 17:25 WIB

Konferensi Pers Polres Batu Bara, Sat Narkoba Ungkap 25 Tersangka BB Sabu 757 Gram dan 1 Buah Sempi Rakitan

Senin, 22 Juli 2024 - 15:47 WIB

Berbekal Pengalaman Sebagai Pendidik, Amri Harahap Yakin Ditangan Jonnis Pendidikan Akan Berkembang Pesat di Batu Bara

Senin, 22 Juli 2024 - 06:44 WIB

Patroli Pesan Kamtibmas Polsek Indrapura, Ciptakan Kondusif Masyarakat Beraktivitas Patroli Pesan Kamtibmas Polsek Indrapura, Ciptakan Kondusif Masyarakat Beraktivitas

Senin, 22 Juli 2024 - 06:28 WIB

Patroli Strong Poin Pos Padat Pagi Hari, Atur Arus Lalulintas Juga Membantu Penyeberangan Anak Sekolah

Minggu, 21 Juli 2024 - 13:26 WIB

Sedang Cari Barang Bekas, Edi Gidion Sembiring, Menemukan Rudal Aktif di Pinggir Sungai Tanjung

Minggu, 21 Juli 2024 - 09:53 WIB

Patroli Sat Sabhara Polres Batu Bara, Kenyamanan Umat Kristiani Sedang Beribadah

Minggu, 21 Juli 2024 - 07:55 WIB

Warga Temukan Montir, Kapolsek Indrapura Terjun Lokasi Pasang Police Line

Berita Terbaru